Membangun Kembali Kesadaran Politik Kaum Perempuan

Megawati Soekarnoputri mengatakan kesulitan-kesulitan yang dialami dirinya bisa jadi gambaran betapa kerasnya tantangan bagi seorang perempuan dalam berpolitik. Sebaliknya keberhasilannya sebagai wakil presiden dan presiden boleh jadi dipahami sebagai prestasi politisi perempuan. Meski demikian, beliau menegaskan dirinya tidak pernah membelah politik berdasarkan perbedaan gender.

“Saya ingin menegaskan, bahwa tantangan dan keberhasilan yang ada bukanlah soal perempuan atau laki-laki, bukan soal gender. Saya tidak pernah membelah politik berdasarkan perbedaan gender,” kata Presiden kelima RI saat menjadi pembicara utama dalam seminar “The Role of Women in Politic” di Universitas Innsbruck, Austria, pada 15 Mei 2012.

Megawati Soekarnoputri diundang oleh Universitas Innsbruck, salah satu universitas terbesar di Austria, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai peran perempuan dalam politik.

Secara umum masyarakat Indonesia, kata Megawati, memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam politik, termasuk menjadi pemimpin. Ini tercermin dalam Undang-Undang Pemilu, dimana terdapat pasal yang menetapkan kuota 30% perempuan di parlemen. Namun diakui kualitas partisipasi dan representasi kaum perempuan dalam politik, terutama di lembaga-lembaga publik, termasuk di parlemen masih rendah dan buruk.

Menurut Presiden kelima RI, persoalan partisipasi dan representasi yang buruk tersebut harus diselesaikan sebagai agenda politik kolektif bangsa, bukan dibatasi sebagai medan pergulatan gender.

Megawati mengatakan masalah serius ini bagian dari persoalan demokrasi Indonesia yang belum selesai, dan masih terus mencari bentuk, dan bukan persoalan perempuan semata-mata. “Masih banyak kelompok dalam masyarakat Indonesia dihadapkan pada kedua persoalan ini. Kaum petani dan nelayan, misalnya, menghadapi masalah ini sama seriusnya dengan kaum perempuan,” ujar Ketua Umum PDI Perjuangan. (Untuk mengetahui isi pidato Megawati Sukarnoputri di Universitas Innsbruck, Austria.

Megawati menjelaskan tantangan perempuan Indonesia adalah bagaimana menjadikan politik

sebagai sebuah gerakan bagi Indonesia dan kemanusiaan yang lebih baik. “Itulah yang saya lakukan membangun kembali kesadaran politik kaum perempuan Indonesia untuk berani memilih jalan politik."

“Bagi saya politik adalah pengabdian tanpa akhir untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik; Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi dan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Megawati menjelaskan cita-cita dalam berpolitik.


Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus