Kartini sebagai Ide

Kartini dalam sempit kerangkeng pingitan berupaya mencari pemahaman atas situasi lingkungan feodal Jawa dengan rasisme kolonial abad ke-19, lalu menemukan hal-hal paling peka dari kemanusiaan yang belakangan dirumuskan sebagai “keadilan sosial” dan merupakan unsur fundamental yang memicu aspirasi-aspirasi kemajuan untuk sama bekerja memproses raison d’etre atau alasan keberadaan nation Indonesia di awal abad ke-20, sesuatu yang akhirnya membuat dia lebih berpengaruh dalam sejarah nasional, bahkan arti hidupnya masih dinilai jauh setelah ia meninggal dunia pada 1904.

Berkat penemuannya itu, Kartini oleh sejarawan Sartono Kartodirdjo dalam bukunya Pengantar Sejarah Indonesia Baru – sebuah buku alternatif dari Sejarah Nasional Indonesia yang terlalu banyak dicampuri kekuasaan – berkali-kali ditegaskan kedudukan dan sumbangan pentingnya saben kali menyinggung sejarah nasionalisme Indonesia. Sartono menempatkan Kartini sebagai “protagonis modernisasi masyarakat Indonesia” yang kehadirannya menjadi “tanda perubahan zaman”. Dalam nada yang hampir serupa penulis biografinya yang paling ambisius Pramoedya A. Toer pun menyebut Kartini sebagai “pemula dari zaman modern Indonesia”.

Terkesan berlebihan memang kalau sampai harus menampilkan dua pendapat yang sebetulnya senada, tetapi apa yang disebut Sartono dan Pramoedya itu sangat penting sebab merupakan kunci untuk memahami Kartini. Terutama sebagai kunci yang akan sangat membantu meletakkan pikiran dan argumen Kartini – seperti yang tertulis dalam kumpulan surat-suratnya Door Duisternis tot Lich atau Dari Gelap Terbit Terang – dalam kaitannya dengan ide-ide yang menjadi semangat zaman dan pemikiran utama suatu barisan terpelajar yang muncul di awal abad ke-20 dan disebut Robert van Niel sebagai “elite modern Indonesia”. Berlatarbelakang ini dapatlah dilihat yang disebut Taufik Abdullah sebagai “arti simbolik Kartini" saat mereka menghadapi soal-soal modernitas dan identitas, kemajuan dan tradisi, kondisi kolonial dan pembebasan, agama dan semangat aufklarung alias pencerahan.

Selengkapnya unduh makalah


Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus