Megawati Institute dan Habibie Center Kaji Bersama Ekonomi Pancasila

Atas hal itu, Megawati Institute dan Habibie Center menggelar pertemuan untuk merealisasikan keinginan Megawati dan Habibie tersebut. Di dalam pertemuan itu, dihadiri Direktur Eksekutif Megawati Institute, Arif Budimarta dan Direktur Habibie Center Sofian Effendi.

Arif Budimarta mengatakan, salah satu yang menjadi pembahasan utama mereka adalah sistem Ekonomi Pancasila. Pasalnya, kata dia, saat ini pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah memberikan corak dalam perkembangan ekonomi.

“Karena tujuannya dari Pancasila itukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejauh ini ketimpangan telah menyempit,” kata dia di kantor Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/11).

Kemudian hal serius yang mereka soroti adalah sistem perbankan. “Jangan sampai sistem ini dikuasai oleh kelompok tertentu,” kata dia.

Untuk bisa menghilangkan hal itu, maka kata dia harus ada akses perbankan terbuka yang bisa diakses semua orang.

Sementara untuk hasil pertemuan ini kata dia nanti akan dijadikan rujukan dan rekomendasi ke Presiden, Menteri dan para Gubernur. “Terlebih yang dari kader PDIP (Megawati) dan Golkar (Habibie),” tambahnya.

Untuk sistem Ekonomi Pancasila sendiri kata dia terus dikaji untuk bisa dilaksanakan. Setelah itu, barulah gagasan itu diberikan kepada para pemuda.

“Kami akan mendistribusikan gagasan ke banyak pihak, terutama kepada generasi muda tentang platform ekonomi Pancasila agar tahan goncangan dan berkualitas,” tutur dia.

Sementara Sofian Effendi mengatakan, mereka membicarakan perihal ide yang dilahirkan dari pertemuan Megawati dan Habibie. “Kami bahas soal pemikiran ekonomi dasar Pancasila, dan ekonomi gotong rotong,” ucapnya.

Salah satu yang ditonjolkan, kata Sofian, adalah isu transportasi penerbangan. Ke depannya diharapkan ada pengiriman anak muda ke luar negeri mempelajari hal itu.

“Penerbangan ini dari Pak Habibie, transportasi laut, darat dan udara itu diarahkan oleh Bung Karno dulu. Karena beliau ingin agar belasan ribu pulau di Indonesia tetap bisa terhubung,” tuturnya.

(elf/JPC)

Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus