PDIP: Eksploitasi Politik Identitas di Pilkada Bentuk Kemunduran Peradaban

MerahPutih.com - Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Ahmad Basara mengatakan Indonesia mengalami kemunduran peradaban jika politik identitas masih digunakan dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.

Hal tersebut disampaikan Basara dalam diskusi bertajuk Ancaman Politik SARA di Pilkada 2018, di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

“Kalau Pilkada mengekspolitasi politik identitas, menurut saya bentuk kemunduran peradaban demokrasi. Dan kita kalah dengan generasi Sumpah Pemuda di era 20-an,” ujar Basara.

Menurut dia, Undang-Undang Pilkada hanya mengatur calon kepala daerah harus bertakwa kepada Tuhan. Namun, tidak mensyaratkan pemilih untuk memilih calon kepala daerah yang seiman.

“Kepala daerah bertakwa kepada Tuhan, tapi tidak ada syarat agamanya apa,” jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan di MPR ini.

Lebih lanjut Basara menegaskan, Pilkada adalah agenda negara, bukan agenda agama. Tujuannya, ialah mencari pemimpin daerah dalam rangka menyejahterakan rakyat.

“Pilkada serentak 2018 adalah agenda negara bukan agenda agama. Yang kita cari adalah orang yang dapat menyejahterakan rakyat sesuai janji sila kelima dalam Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Pon)

Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus