Indonesia Jadi Contoh Negara Demokrasi Terbesar di Asia

Jakarta - Sistem Pemilihan Umum (pemilu) di Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain di Asia Tenggara. Apalagi, saat ini masyarakat Indonesia terus dapat belajar dalam menyingkapi berbagai persoalan pemilu.

"Di banyak negara, Indonesia masih jauh lebih baik. Di indonesia full (kekuatan) sipil, bahkan penyelenggara negara di luar kontrol negara. Negara tidak turut campur," kata Politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari dalam diskusi publik "Pemilu Damai : Masihkah Indonesia Menjadi Contoh Demokrasi di Asia Tenggara", di Kantor Megawati Institute, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Menurut Eva, dalam pemilu di Indonesia, baik itu pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilihan presiden (pilpres), hingga pemilihan legislatif (pileg), menyerahkan sepenuhnya mandat untuk memilih pemimpin kepada rakyat.

"Tentunya disini termasuk ada peran sipil dan pers. Tren yang ada kini sudah dikaitkan dengan penyelenggaraan pemilu serentak," ucap Eva.

Dirinya melihat, kekuatan masyarakat sipil (civil society) di Indonesia juga sudah lebih pintar dan bisa belajar dari kesalahan. Berkaca dari Pilkada DKI 2017, dimana saat itu ada pencampuradukan agama dan politik, saat Pilkada 2018 kondisi itu sudah jauh berkurang.

Menurutnya, media juga memiliki kekuatan untuk menjaga dan memberi pelajaran berdemokrasi bagi masyarakat. Di satu sisi, jika keluar dari fungsinya, media justru dapat menjadi senjata untuk menghancurkan kehidupan demokrasi.

"Kalau kita melihat, media mainstream tidak ikut-ikut dan tidak main-main di politik, peluang untuk menimbulkan kekerasan juga bisa menurun. Karena itu media mainstream jangan ikut-ikutan menjadi media propaganda," ungkap Eva.

Di sisi lain, para politisi juga diharapkan dapat menjadi penjaga gawang dan aparatur kepolisian juga dapat cepat tanggap, responsif, karena pernyataan kepolisian bisa menjadi rujukan masyarakat dalam mengambil tindakan.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengakui, hingga saat ini bangsa Indonesia memang masih menjadi rujukan ketika membicarakan masalah Pemilu dan demokrasi.

"Negara Indonesia masih menjadi rujukan ketika membicarakan fair election. Apalagi demokrasi Indonesia merupakan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia setelah India dan Amerika Serikat," kata Titi.

Dijelaskan, saat ini Indonesia juga sudah dikenal sebagai negara pemilihan langsung serentak di dunia (the biggest one day election in the world dengan data pemilih tahun 2014 sebesar 187 juta pemilih).

Kemudian juga dikenal sebagai negara demokrasi paling kompleks berdasarkan ukuran wilayah, geografi, dan penyelenggara pemilihan. Selain itu juga sudah dikenal sebagai negara muslim demokratis terbesar di dunia



Sumber: Suara Pembaruan
Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus