Pancasila sebagai Titik Temu

Pada Rabu, 28 November 2018, Megawati Institute mengadakan gelar wicara Dari Tokoh Bangsa untuk Republik yang bertema “Pemikiran KH Ma’ruf Amin tentang Kerakyatan, Kebangsaan, dan Kedaulatan” di Ruang Galeri Megawati Institute, Jalan Proklamasi No. 53, Menteng, Jakarta Pusat.

Meski berhalangan hadir karena ada satu hal mendesak yang tidak bias ditinggalkan, Ma’ruf tetap menyampaikan pesan-pesan terkait keindonesiaan melalui rekaman suara. Menurut Ma’ruf, perkembangan teknologi tak hanya berefek positif tetapi juga bisa negatif. Karena itu, masyarakat hendaknya tidak terbawa arus perubahan dan justru meninggalkan hal-hal baik dari tradisi yang sudah ada.

“Kalau kami, kalangan NU (Nahdlatul Ulama), sudah punya paradigmanya. Namanya al-muhafadzoh ‘alal qodimissholih wal akhdzu bil jadiidil ashlah. Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik untuk melakukan transformasi,” katanya yang merupakan inti dari pesannya.

Yang tak kalah penting dari apa yang telah disampaikan Ma’ruf ialah bahwa Pancasila merupakan titik temu dan gagasan cemerlang dari para pendiri bangsa kita. Jadi, setiap elemen masyarakat hendaknya memahami nilai-nilai dari Pancasila.

Gelar wicara yang berlangsung selama dua jam dihadiri Arif Budimanta (Direktur Eksekutif Megawati Institute), Aay Mohamad Furkon (Wakil Sekretaris Umum PP Persis), Theo Sambuaga (Tokoh Nasional), Muhammad Yamin (Ketua Umum Seknas Joko Widodo), dan tokoh-tokoh nasional lain.

Share to Facebook Share to Twitter Share to Google Plus